Pages

Subscribe:

Senin, 22 Oktober 2012

Gemuk Penyakit, Pria di China Sulit Berjalan Jauh

Metrotvnews.com, Guigang: Seorang pemuda di China menderita penyakit kegemukan yang tak terkendali. Kelebihan berat badan membuatnya sulit beraktivitas sehari-hari.

Pria bernama Su Zhibin, berusia 21 tahun, memiliki tinggi badan 1,4 meter namun memiliki berat badan hingga 134 kilogram. Su Zhibin tinggal di  Guigang City, China Selatan.

Kelebihan berat badan tersebut bukan karena Zhibin doyan makan berlebihan, namun karena Zhibin menderita penyakit langka yakni Adrenal Cortison Proliferation. Penyakit yang menyebabkan berat badan Zhibin bertambah tak terkendali.

Menurut sang ayah, Zhibin memiliki berat badan normal hingga berumur 12 tahun. Keluarga tidak curiga saat berat badan Zhibin terus melonjak. Hingga suatu kali Su Zhibin pingsan di sebuah warnet. Keluarga sempat membawa Zhibin ke rumah sakit. Namun, keluarga tidak melanjutkan pengobatan karena biaya rumah sakit mahal.

Kini, Su Zhibin lebih banyak berdiam diri di rumah. Zhibin tidak dapat berjalan jauh karena kakinya sakit menahan berat tubuhnya.(Wrt1

CAra Kebiasaan Buruk yang Bikin Gemuk


 

Seruu.Com - Penyebab kegemukan tidak terbatas pada kebiasaan makan menu berlemak saja. Ada banyak kebiasaan yang ternyata turut memberi andil dalam meningkatkan berat badan yang bisa berujung dengan obesitas. Beberapa komponen penyebab kegemukan adalah gula dan karbohidrat. Banyak orang belum menyadari jika kedua zat ini dapat memicu lemak di tubuh.
Dikutip dari QuickEasyFit, setidaknya ada tujuh kebiasaan buruk lain yang dapat memicu kegemukan akibat salah persepsi tentang penyebab kegemukan ini:

1. Jangan langsung terperdaya dengan slogan makanan bebas lemak atau rendak remah. Pasalnya, makanan tersebut hanya menggantikan lemak dengan karbohidrat berkadar rendah.  Karbohodrat mudah sekali dicerna tubuh. Sehingga, orang yang mengonsumsinya mungkin tidak merasa kenyang dan akhirnya mengonsumsi berlebihan.

2. Berdiet tanpa melibatkan ahli gizi. Keberadaan ahli gizi sebenarnya sangat membantu dalam mengontrol diet. Dia bisa memberikan alternatif makanan yang diperlukan selama berdiet. Uang yang dikeluarkan untuk konsultasi dengan ahli gizi biasanya sebanding dengan hasil berat badan yang diinginkan selama tidak melanggar aturan diet.

3. Memiliki kebiasaan kurang tidur. Tidur malam kurang dari lima jam setiap malam bisa menyebabkan penimbunan lemak berlebih di tubuh. Mengatur jam tidur itu baik untuk kesehatan secara keseluruhan.

4. Terbiasa minum soda. Minuman soda adalah sumber gula yang cukup tinggi. Minum satu atau dua kaleng soda per hari akan meningkatkan risiko obesitas sampai 33 persen.

5. Makan dengan terburu-buru. Orang yang makan terburu-buru menambahkan 66 kalori dalam tubuhnya dibanding yang makan dengan perlahan. Sebab, makanan jadi lebih banyak yang masuk ke perut. Sebenarnya makan sedikit pun bisa merasa kenyang. Otak memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk memberikan sinyal kenyang setelah makanan dikonsumsi.

6. Suka makan banyak. Kadang menu resto ukuran jumbo atau combo menarik perhatian. Sebaiknya abaikan promosi ini dan cukup pilih makanan sesuai kemampuan perut Anda.

7. Sedikit mengonsumsi air. Air dapat membantu proses metabolisme tubuh. Minum enam gelas air per hari dapat mengurangi 50 kalori tubuh. Minum dua gelas air sebelum makan juga bisa mengurangi nafsu makan berlebih